Monday, September 30, 2013

Every Meeting is Special

Seperti biasa hari ini sebelum kelas saya dan Guntur menyiapkan materi di sore hari, kita briefing dulu menentukan agenda kelas hari ini, dan hasilnya susunnan agenda kelas mala mini adalah pertama mini speaking, kemudian dilanjutkan dengan reading, terus review vocab yang sebelumnya setelah itu masuk materi irregular verb dan langsung exercise 3 lanjut dengan strory telling di dalam group baru yang terakhir writing.   
Ada 1 siswa yang selalu konsisten datang awal, dia adalah Yudi, dia selalu datang diawal sebelum teman-temannya yang lain datang, kalau biasanya kelas baru mulai jam 18.30 atau lebih dekit nah dia datang 20 menit sebelumnya sehingga biasanya dia selalu nunggu di meja FO sambil baca buku.
Satu persatu siswa mulai berdatangan setelah jam menunjukkan 18.30, maka saya dan Guntur sigap menyambut siswa dan langsung memberinya lembaran mini speaking tanpa menunggu mereka duduk dulu, ditengah mini speaking pasti ada salah satu siswa yang selalu ijin untuk sholat isa’ duku dia Billy, namun kali ini dia diikuti 3 teman lainnya, Derian, Adib, Dana.
Guntur sudah bersiap-siap menyampaikan materi irregular verb namun saya meminta dia untuk mengawali materinya dengan review vocab yang didapat terakhir. Siswa diminta untuk menyebutkan masing-masing 5 kata dan amazing semua sangat cepat menjawabnya, itu artinya materi vocab sebelumnya 90% dikuasai.
Yang saya rasakan kita akan mudah mengingat sesuatu jika dinyanyikan, nah untuk irregular verb ini saya piker akan lebih mudah diingat oleh siswa jika dilagukan, maka saya minta Guntur untuk membuat nadanya dan diterapkan, diawal siswa nampak bengong ketika didepan terpampang materi irregular verb, bagaimana tidak ini menghafal vocab lagi! Namun setelah materi disampaikan sambil bernyanyi mereka terlihat sangat senang.
Karna yang datang malam ini siswa berjumlah 13 orang dari total siswa 16 orang, maka siswa dibagi menjadi 3 kelompok yang berjumlah 4 orang untuk kelompok pertama, 4 orang juga untuk kelompok kedua dan 5 orang untuk kelompok ketiga. Siswa dikelompokkan berdasarkan kemampuan dan levelnya, ini penting karna mereka akan diminta untuk story telling dikelompoknya masing-masing sehingga mereka akan merasa PD karna kemampuan temannya sama. Dikelompok mereka sangat enjoy, Chepy yang biasanya tidak mau ngomong ketika didepan semua temannya kini sudah mulai PD ngomong lantang dikelompoknya, begiotu juga Dana dan Mila. Saya senang melihar mereka begitu antusias mala mini.
Diakhir materi ditutup dengan writing, kali ini tentang my home, sebelum pulang saya dan Guntur briefing dulu mengevaluasi kelas malam ini, kelas berakhir hampir jam 10 malam.

Untuk the next meeting kita ingin membuat kelas setiap pertemuannya berkesan sehingga siswa akan terus penasaran apa yang akan didapat pertemuan berikutnya.

Saturday, September 28, 2013

Opening New Class With OPS


Suasana Kelas
Alhamdulillah, hari ini bertepatan dengan tanggal 16 September 2013, hari yang sudah saya tetapkan untuk pembukaan kelas baru,  berkat keyakinan, konsisten,kerja dan harmoni kelas dengan tepat waktu di mulai, hari ini Openning Public Seminar (OPS), pembukaan kelas 6 Minggu Bisa! Angkatan ke 16 Malang, angkatan terakhir yang menempati kantor di Jl. SUnan Kalijaga Belakang UIN Malang.
Hari ini Malang sangat cerah, walaupun memang beberapa hari ini agak berdebu mungkin terkena hembusan letusan dari gunung Sinabung Sumatra J. Sesuai jadwal yang sudah di berikan ke Siswa OPS akan di mulai tepat pukul 18.30 WIB, OPS kali ini akan di isi langsung oleh Bang Yunsirno sang penemu metode Kampoenk Jenius, jarang-jarang di Malang langsung di isi oleh bang Yun, terakhir kali Bang Yun mengisi di angkatan IHT dosen-dosen fak. Teknik UM 2 tahun lalu, mudah-mudahan ini merupakan angin segar bagi cabang Malang J.                
Rencananya OPS kali ini akan dihadiri oleh tamu undangan selain siswa, beberapa dari perwakilan bem UMM dan perwakilan dari kelas inspirasi Indonesia Mengajar Malang, namun sampai OPS di mulai tidak ada satu pun perwakilan yang hadir, harapan saya sebenarnya agar mereka lebih mengenal SBS dan syukur-syukur nanti merekomendasikan SBS kepada anggotanya dan juga teman-temannya. Untuk kelas inspirasi Indonesia Mengajar harapannya mereka juga bisa terinspirasi oleh visi besar SBS yaitu Indonesia Jenius dan metode belajar SBS.
OPS mulai sesuai jadwal, sumua peserta berdatangan ada sekitar 15 orang itu sudah termasuk peserta, AJ dan juga peserta yang mengulang. Sebelum materi bang Yun dimulai pertama kali di isi test genius yang di sampaikan oleh Guntur, setelah itu langsung di isi oleh Bang Yun materi Secret of Kampoenk Jenius Metode. Materi selesai jam 21.30 WIB.

Itulah OPS kali ini, semoga siswa semua sukses selama 6 Minggu. Amin.

Thursday, June 13, 2013

Safari Genius

Sudah lama sekali saya berencana ke Mahameru jauh sebelum film 5 cm di putar, nah akhirnya rencana itu beru kesampaian sekarang pada tanggal 1 Juni 2013, entah kenapa saya sangat semangat sekali melakukan persiapan sehari sebelumnya, mulai dari jostum apa yang mau dipakai sampai makanan apa yang akan dibawa, dan benar akhirnya sampai juga waktunya.
Tekad saya sudah kuat, this is time to enjoy my freedom at nature...walaupun rencana perualangan kali ini tujuan akhirnya adalah RanuPani, kaki gunung semeru, post pertama para pendaki sebelum hiking to Mahameru.
I went to there with my friend Anwar, dulu saya jua pernah bertualang ke Bromo dengan dia naik motor, kini kita mengulangi lagi.
Disepanjang perjalanan ketika sampai daerah Bromo kita tak henti-hentinya mengucap takjub "subhanallah" sungguh indah alam ciptaanMu rabb.
Be contineu....

Monday, March 11, 2013

Akhirnya Aku Nikah



Setelah sekian lama gak nulis, akhirnya saya nulis di waktu yang tepat, foto ini saya persembahkan buat para Blogger dan foto ini juga sebagai syarat mengambil voucher dari tim Nas Kampoenk Jenius Indonesia.

Tuesday, August 21, 2012

Workshop Melahirkan Genius Leader


Ini bukan yag pertama kalinya saya mengukuti pelatiha SBS, setahun yag lalu  saya juga mengikuti acara pelatiha yang sama namun waktu itu namaya berbeda, kalau dulu namaya PUSDIKLAT Nasioal tapi sekarang namanya WORKSHOP Nasional, apapun namanya tapi menurut saya namanya Training TIM, PUSDIKAT pernah dilaksanakan 4 kali, pertama di Tasikmalaya, kedua di Kantor cabang Cirebon, ketiga di batu Malang dan yang terakhir di kantor cabang Malang. Dari kesekian kalinya training di atas ada banyak pengalaman  yang saya dapat, pengalaman hidup dan pengalaman intelektual, dari ke 4 training di atas hanya 1 kali yang tidak saya ikuti  waktu di Cirebon saat saya sakit demam berdarah dan harus dirawat inap di RS Cirebon. 

Pra Workshop
Sebelum workshop dimulai peserta dari seluruh cabang dikirim mekanisme workshop  yang salah satu isinya adalah  peserta wajib mengerjakan peugasan pertama yaitu Pre-Test yang berisi 5 file, ke-SBS-an, keuangan, public relation dan marketing, pengetahuan bisnis, resensi buku dan presentation, saat saya mendapatkan tugas ini dan mengerjakannya, saya hanya bisa bilang “wow” ini baru workshop. 2 hari saya selesaikan mengerjakan pre-test  pas dengan waktu yang gtelah ditentukan yaitu tanggak 24 Juli terafkhir plengumpulan.
Tanggal 25 Juli saya dan 2 tim dari Malang berangkat menuju  Jakarta terlebih dahulu, Erik dan Retno kami hanya  ber-3 naik kereta rakyat Mataremaja Malang-Senen, wow, perjalanan yang sangat melelahkan tapi menyenangkan, naik kereta ini seperti mengingat kembali perjalanan 1 tahun lalu menaiki kereta yang sama tapi dengan suasana yang berbeda, kalau dulu saya sendirian tapi sekarang bersama 1 orang sahabat  dan 1 orang akhwat “gelis” patner kerja, serasa nostalgia.
Ada kejadian menarik ketika kami sampai di Jakarta, seperti kebanyakan orang bicarakan tentang Jakarta, kota yang padat dengan segudang kemacetan dimana-mana, panas dan juga kota egois para penghuninya. Udara yang berbeda telah kami rasakan, kami seperti terdampar di sebuah kota setelah 1 hari 1 malam berhasil menaklukkan perjalanan terpanjang di pulau jawa ini. Hal pertama yang wajib dilakukan adalah bersih-bersih diri dan merencanakan kemana perjalanan berikutnya di kota para koruptor ini, akhirnya kami putuskan untuk bermalam 1 malam saja di rumah kontrakan adek saya yang kebetulan ada di Jakarta, Trans Jakarta atau yang biasa kami sebut Bus Way menjadi pilihan utama, maklum si Retno belum pernah naik bus ini, secara tidak tersurat saya lah yang menjadi “leader” karna memang hanya saya yang tau jalan (sok tau J ).
Berdasarkan feeling, saya membawa ke-2 teman saya dari halte 1 ke halte yang lain harmony, Blok M, Matraman, tugu monas hingga 2 kali, disini saya ingin menunjukkan bahwa peranan seorang pemimpin itu sangat berpengaruh terhadap tercapainya arah tujuan, tujuan yang dekat bisa menjadi panjang jika pemimpinnya salah menggunakan feelingnya, yang pada akhirnya solusi cepat yang diambil ketika bingung menentukan arah tujuan yaitu rumah adek saya di daerah Jakarta Selatan, kami berpindah menggunakan Taxi Blue Bird. Ini juga pentingnya saran dari orang yang dipimpin kepada sang leader.

Tiba di Kota yang Katanya Kota Hujan
Ketika jam menunjukkan pukul 06:00 kami sudah berada di stasion Pasar Minggu menunggu kereta cepat Commuter , ini adalah pertama kali saya menaiki commuter  Jakarta-Bogor mungkin begitu juga dengan ke-dua teman saya Erik dan Eno. Lagi-lagi kami hampir tersesat gak sampai-sampai di stasiun Bogor gara-gara ketiduran di kereta, Erik asyik dengan mainan barunya si Apple i-Ped, si Eno Asyik melamun.
Bermodalkan sms petunjuk dari bang Aji kamipun menelusuri jalanan kota yang katanya dijuluki kota hujan tapi gak hujan-hujan ini dengan angkot warna hijau, katanya inilah angkot khas Kota ini yang juga dkenal dengan kota seribu angkot . kami membayangkan tempat WorkShop kali ini di villa yang keren dan gak jauh-jauh amat dari kota, namun ternyata lumayan jauh dari keramaian sampai-sampai sopir angkot pun gak tau tempatnya. Sesampainya di tempat yang katanya villa kamipun langsung mencari tempat acara yang ternyata di sebuah masjid disamping kolam pembenihan ikan. Wow, tempat yang keren J .
Di workshop ini, kami berharap akan mendapat banyak ilmu dan perubahan baru yang membawa kemajuan cabang SBS Malang, beberapa hari sebelum hari kami sudah mencium hawa-hawa pembelajaran di workshop ini, setiap peserta diminta mengisi pre-test terlebih dahulu diamtaranya tentang ke-SBS-an, pengetahuan keuangan, pengetahuan manajemen dan marketing, sampai resensi buku, padahal di training-traning sebelumnya gak ada penugasan seperti ini, saya merasakan Mr. Yun selaku pimpinan tertinggi di SBS menginginkan setiap Leader dibawahnya melek dengan belajar tanpa henti, melatih tim untuk terus menambah pengetahuannya dengan membaca, membaca apa saja.

Saya Peserta, Saya Panitia, Saya Juga COACH
Unik memang, tiga jabatan sekaligus yang saya sandang di workshop kali ini, ini adalah kegiatan pertama kali yang saya ikuti dengan tiga jabatan sekaligus, semua peserta diangkat menjadi panitia oleh Mr.Yun yang itu artinya setiap peserta dilatih kepemimpinannya sejak awal,tiga skill kepemimpinan sekaligus, pemahaman system SBS, peningkatan keilmuan atau pengetahuan dan merencanakan acara.
Dalam kepanitiaan saya mendapat jatah sebagai kordinator olahraga dan wisata, awalnya saya sempat kaget dengan kata “olahraga”, tau sendiri olahraga saja saya jarang sejak 3 bulan terakhir ini, perut saya sudah membuncit tanda kemakmuran yang jauh dari tanda gemar olahraga J, tapi apa boleh buat amanah harus diambil, tapi disisi lain saya senang karna salah 1 tugasnya yaitu bertanggung jawab atas terselenggaranya wisata selama acara, wah..ini kan GUE BANGET….!
Disamping itu saya juga menyandang coach di acara ini, karna apa? Karna saya juga dapat tugas menjadi pemateri dalam acara ini, yaitu materi IT yang saya sederhanakan menjadi “Online Marketing”.  Dari awal memang saya mengajukan materi ini karna saya anggap materi ini sangatlah penting bagi tim secara khusus dan bagi keberlangsungan SBS secara umum, dan sayalah yang pas mengisinya J.

Buku Menjadi Hidangan Kami Setiap Hari
Ciri khas utama workshop kali ini adalah menjadikan bedah buku untuk mengawali setiap sesi yang itu mengharuskan setiap peserta, panitia ataupun coach membaca buku dan mempresentasikan hasil bacaannya, budaya belajar yang bagus diterapkan dalam workshop ini sehingga leader yang malas baca akan secara tidak sadar ingin membaca karna memang dituntut untuk membaca yang pada akhirnya nanti setelah selesai acara semua peserta akan terbiasa membaca buku.
Setiap peserta mendapat 2 kali kesempatan untuk membedah buku yang sudah diberikan langsung bukunya diawal oleh Mr.Yun, saya mendapat judul buku yang sangat hebat yang mencerminkan dan menunjang kinerja say a selaku Leader utama di SBS Cabang Malang, pertagma buku marketing karangan Hermawan Kartajaya “Grow With Character”  dan yang kedua “ Manager Juara” karangan Nic Peeling.

Sambel oh Sambel…
“ini dia yang dicari para kaum pria di workshop ini kecuali Bang Yun” itulah kata yang terucap ketika pertama kali kami mendapatkan sambel yang sudah beberapa hari sejak pertama kali menginjakkan kaki di kota Bogor ini, sambel seakan menjadi makanan yang langka di kota ini, mungkin inilah yang menjadi alasan utama kenapa Mr. Yun memilih Bogor sebagai kantor administrasi Pusat (kantor nasional), tepat sekali karna Mr. Yun sangat anti dengan makanan yang satu ini, tapi bagi saya dan beberapa peserta kebanyakan tanpa sambel makan serasa hampa, kalau diibaratkan bagai nonton film keren Spiderman tapi ti layar hitam putih J, bagaimana rasanya tuh???.
Sambel menjadi perbincangan yang sangat sensitive bagi kami, hingga bela-belain setiap malam ke Alfa Midi hanya untuk membeli sambal kemasan yang akan habis dilahap seketika. Dan ternyata para kaum hawapun di workshop ini juga merasakan hal yang sama “tersiksa makan tanpa sambal”.
Hingga saya puny aide agar kinerja paga Genius Leader ini semangat maka dibuatlah program kantor di tiap-tiap cabang SBS yaitu “Sambal day”, jadi setiap tim harus makan sambal dulu tiap pagi sebelum bekerja J  agar semangat selalu terjaga setiap hari. Hahaha….


Genius Leader 
Bogor dan Malang, 11 Agustus 201